Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Melakukan Senam Tertawa Untuk Terapi Kesehatan

Umumnya semua orang menganggap bahwa tertawa/ketawa itu dianggap sebagai bentuk manifestasi dari humor, karena tertawa dan humor itu sama-sama menciptakan situasi yang riang, ceria, lucu dan jenaka. Namun tahukah sahabat jika sebenarnya kedua ha ini tidak selamanya selalu sejalan loh. Rasa humor tidak selalu terungkapkan dalam bentuk tertawa.

Buktinya ada istilah bentuk tertawa sinis yang mana hal ini tidak mencerminkan adanya suasana humoristis. Walaupun demikian, seperti halnya humor, tertawa merupakan salahh satu kualitas khas manusiawi, artinya setiap manusia dapat tertawa. Betapapun seriusnya seseorang yang tidak dapat bersuara, yang di karenakan adanya kerusakan karena organ-organ tertentu, pasti secara ekspresif akan tertawa terkekeh-kekeh bila ia merasa geli, sekalipun tertawanya tanpa suara.

Mengapa tertawa dan humor merupakan fenomena manusiawi? Karena tertawa senantiasa mengandung intensionalitas, yaknii tertawa kepada (laughing at) dan tertawa bersama (laughing with). Selain itu,  tertawa selalu menciptakan suatu perspektif mengambil jarak dan sekaligus menciptakan relasi dengan corak penghayatan tertentu antara pihak yang menertawakan dengan pihak yang di tertawakan, termasuk juga dalam mentertawakan diri sendiri. Maka dari itu terkait fenomena  tertawa ini ada semacam tercipta perspektif pengambilan jarak ( self distance) dan juga pemisahan terhadap diri sendiri (self detachment). Istilah intensionalitas, self distance, dan self detachment adalah penggambaran dari kualitas-kualitas manusia.

senam_tertawa

Karena pentingnya aktivitas tertawa bagi kehidupan kita, maka banyak ahli yang merekomendasikan tertawa sebagai jalan untuk terapi kesehatan. Bahkan ada yang menyebutnya senam tertawa. Jadi jelas ada banyak manfaat ketawa. Dengan tertawa seseorang bisa:
  1. Terbantu untuk menaggulangi stress
  2. Membant otot wajah menjadi rileks dan awet muda
  3. Meningkatkan kekebalan tubuh
  4. Menurunkan tekanan darah tinggi
  5. Mencegah dan mengendalikan penyakit jantung
  6. Merangs*ng pengeluaran endorphin, serotonin, dan melantonin yang membuat perasaan menjadi tenang dan bahagia. 

Secara individual, anda bisa membuat diri anda tertawa dengan melihat berbagai acara lucu di televise. Bisa juga dengan membaca buku humor yang banyak di jual di toko buku atau buku humor sufi seperti abu nawas. Bisa juga di lakukan dengan saling bercerita satu sama lain tentang sesuatu yang lucu. Dan bisa juga dii lakukan secara berjamaah melalui yang di sebut dengan senam tertawa.

Berikut ini langkah-langkah melakukan senam tertawa sekaligus sebagai terapi kesehatan tubuh dan jiwa.

  • Pertama mulailah berkumpul dengan orang yang mau melakukan senam tertawa;
  • Atur agar semua orang berdiri melingkar;
  • Ketua klub senam atau orang yang di tunjuk sebagai ketua member aba-aba “ Ketawa Yuk!”
  • Semua peserta senam menjawab sambil menghentakkan kepalan tangan kiri yang di angkat dari atas kebawah sambil berteriak “ Yes!”
  • Di ulang sekali lagi, “ketawa yuk!” lalu di jawab “ yes!”
  • Ketua club senam kembali memberi sebuah aba-aba, “Tertawa!” 
  • Kemudian barulah semua peserta senam menjawab aba-aba sambil menghentakkan kepalan tangan kiri dari atas kebawah sambil meneriakkan kata “Bisa!” 
  • Di ulang, tertawa! Bisa! Tertawa! Bisa!
  • Lalu semua peserta senam bersama-sama mengucapkan: ha ha ha, hi hi hi, ho ho ho dengan suara keras berteriak.
  • Lalu semua serentak tertawa lepas. Ha ha ha ha . . . . . terus menerus lebih kurang satu menit.
  • Peserta aktif bergerak ke teman yang ada di kiri dan kanan, saling menatap, tertawa murni pun terjadi, hingga ada yang mengeluarkan air mata.
  • Ketua klub senam memberikan aba-aba  sambil bertepuk tangan ha ha ha, ho ho ho. Di ulang beberapa kali sampai semua berhenti tertawa.
  • Semua rangkaian di atas dari poin c hingga l di ulang, sampai semua ikut tertawa serentak.

Jika sahabat dalam kondisi merasa sulit untuk tertawa, sahabat dapat mencoba kutipan senam tertawa di atas yang memang telah direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia (RI) dan Federasi Olahraga masyarakat Indonesia. Jadi memang tak ada alasan karena sedih atau apapun yang bisa membuat sahabat sulir tertawa.