Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 6 Model Pembelajaran Terbaik dan Efektif

Model-Model pembelajaran terbaik dan efektif terbaru ini ditekankan untuk dapat dijalankan guna dapat membantu para siswa agar lebih mudah dalam memahami pelajaran yang diajarkan guru di kelas.

Penerapan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam pendekatan pembelajaran kepada siswanya terbukti sangat efektif membantu siswa lebih cepat dan mudah dalam mencerna, memahami, serta menguasai pelajaran yang diajarkan. Setidaknya ada 6 model pembelajaran yang sering dipakai saat ini.

Problem Yang Sulit Dihilangkan 

Walau banyak para siswa Indonesia yang berprestasi karena menang lomba tingkat internasional seperti Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, dan lainya. Kenyataanya Indonesia termasuk salah satu negara yang masih tertinggal dalam hal peningkatan kualitas pendidikan. Selain masih banyaknya sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar nasional. Belum maksimalnya Penerapan kurikulum pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah juga menjadi faktor lambatnya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Masih banyaknya guru yang belum sesuai dalam hal kualifikasi akademik juga menjadi salah satu faktor pelambatan itu, dan juga kurangnya kesejahteraan guru di Indonesia apalagi guru swasta yang masih pengabdian dengan gaji antara Rp. 300,00,- s.d Rp.500,00,- perbulan menyebabkan guru tidak dapat mengajar dengan maksimal sesuai dengan tuntutan kurikulum yang dijalankan.

Faktor lain yaitu ditemukan banyak guru yang masih menerapkan sistem pembelajaran kuno dan kaku. Mereka lebih banyak bicara teori namun untuk praktik sangat minim dan bahkan tidak dijalankan.

Hal ini disebabkan karena beberapa faktor seperti: Kurangnya pengetahuan guru tentang model pembelajaran, ketidakmampuan guru dalam dalam mengajar akibat megang pelajaran yang tidak pada bidangnya, kualifikasi akademik yang rendah, kurang fasilitas pendukung belajar mengajar, terbatasnya sarana dan prasarana sekolah, dll. Hal ini umum dirasakan oleh sekolah-sekolah yang berada di kampung dan daerah terpencil.

Dalam Kurikulum KTSP atau Kurikulum 2013 yang memang saat ini dipakai di Indonesia setidaknya ada 6 model pembelajaran yang ditekankan. Masing-masing model pembelajaran ini memiliki kelemahan dan kelebihan. Dan gurulah yang harus pandai memilih model pembelajaran yang pas untuk diterapkan dalam KBM.

Seperti apakah model-model pembelajaran ini, lebih jelasnya baca dan pahami baik-baik penjelasan dibawah ini.

Mengenal Model-Model Pembelajaran Terbaik

model_pembelajaran_efektif

1. Model Kontekstual

Model Pembelajaran Kontekstual yaitu suatu konsep pembelajaran yang lebih mendorong guru untuk dapat menghubungkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi atau kondisi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

2. Model Pembelajaran Kooperatif

Dapat dijelaskan bahwa pengertian Model Pembelajaran kooperatif yaitu suatu konsep model pendekatan pembelajaran yang lebih berfokus dengan penggunaan kelompok kecil sisswa untuk dapat bekerja sama dallam hal memaksimalkan kondisi belajar guna mencapai tujuan belajar yang sebenarnya.

3. Model Pembelajaran Tematik

Pengertian dari Pembelajaran model tematik dapat dijelaskan yaitu sebuah konsep pembelajaran terpadu yang lebih focus pada penggunakan tema untuk bisa mengaitkan beberapa mata pelajaran yang ada sehingga dapat memberikan sebuah pengalaman yang lebih bermakna kepada siswa, Tema sendiri adalah suatu pokok pikiran atau gagasan pokok yang memnjadi pembicaraan.

4. Model Pembelajaran Kuantum

Mengenai Istilah “Model Pembelajaran Kuantum” ini yaitu diadopsi dari istilah Inggris “Quantum Teaching”. Quantum Teaching sendiri merupakan suatu badan ilmu pengetahuan dan metodologi yanng biasa digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitasi dalam SuperCamp, sebuah program percepatan belajar (accelerated learning) yang mempraktikkan metode belajar kuantum (Quantum Learning).

Sedangkan Proses pembelajaran quantum teaching disini intinya yaitu pembelajaran yang dapat menyenangkan, lebih kreatif dan tidak membosankan. Jika nanti semua itu kok tidak tercapai, seorang guru haruslah mengganti strateginya dengan menggunakan ke multi media, sehingga akan dapat membuat kegiatan pembelajaran berjalan lebih efektif. Untuk proses belajar yang satu ini dapat dikatakan lebih aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi kepada tujuan pembelajaran yang jelas.

5. Model Pembelajaran PAIKEM

Model Pembelajaran PAIKEM menjadi satu model dan konsep pembelajaran yang efektif digunakan. Paikem sendiri merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.

Aktif disini dimaksudkan bahwa dalam suatu proses pembelajaran, guru haruslah dapat menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga membuat para siswa akan lebih aktif bertanya, mempertanyakan, dan berani mengemukakan gagasan.

Tentang pembelajaran inovatif, dapat mengadaptasi dari berbagai model pembelajaran yang dianggap menyenangkan. Learning is fun disini merupakan suatu kunci yang diterapkan dalam metode pembelajaran inovatif. Jika si siswa nanti sudah menanamkan hal ini di dalam pemikirannya, maka tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dan tegang waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.

Kreatif sendiri disini dimaksudkan agar para guru dapat menciptakan kegiatan belajar yang lebih beragam sehingga mampu memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Sedangkan menyenangkan disini maksudnya yaitu suasana belajar-mengajar yang memunculkan perasaan senang dalam diri siswa sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada kegiatan belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.

Menurut sebuah hasil penelitian, terjadi tingginya waktu curah perhatian ini terbukti meningkatkan hasil belajar. Jadi dalam keadaan aktif dan menyenangkan saja tidaklah cukup apabila proses pembelajaran tidaklah efektif, yaitu endingnya tidak menghasilkan apa-apa yang memang harus dikuasai oleh siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran pasti dan harus memiliki sejumlah tujuan pembelajaran dicapai.

Jika kok pembelajaran hanya sebatas aktif dan menyenangkan saja, tetapi tidak berlangsung efektif, maka kegiatan pembelajaran tersebut hanyalah seperti bermaian dan biasa-biasa saja.

6. Model Pembelajaran Colaboratif

Dalam model pembelajaran Colaboratif ini, kelompok menjadi pusat pembelajaran. Proses belajar dengan kelompok dimana setiap anggotanya didorong untuk bisa menyumbangkan suatu informasi, pengalaman, ide, pendapat, sikap, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, dan untuk secara bersama-sama dapat saling meningkatkan pemahaman kepada seluruh anggota.

Itulah sedikit penjelasan tentang Model Pembelajaran terbaru dan terefektif yang dapat diterapkan guru dalam KBM untuk memahamkan siswanya atas pelajaran yang diajarkannya. untuk detail penjelasan lengkap tentang model pembelajaran ini silahkan tunggu posting berikutnya. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga apa yang caraida bagikan ini bermanfaat.