Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Pendidikan Keluarga Terhadap Karakter Anak

Karakter anak terbentuk bukan faktor dari genetik seseorang, namun lebih pada bagaimana dia dididik dan dibesarkan. Jika dia dididik dan dibesarkan pada keluarga dan lingkungan yang keras anak cenderung akan memiliki watak yang keras pula. Untuk itu orang tua harus benar-benar memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anaknya dari sejak dini.

Karakter anak terbentuk karena faktor lingkungannya, sedangkan lingkungan yang paling dekat dengan anak adalah keluarga yaitu orang tuanya.

Gambar Membentuk Karakter anak dengan pendidikan Keluarga

Salah satu lingkungan yang berperan besar dalam pembentukan karakter/watak si anak yaitu keluarganya. Maka itu keluarga harus benar-benar peduli terhadap hal ini. Orang tua memiliki peran sentral terhadap pendidikan anak. Orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berkumpul bersama anak dibanding guru di sekolah atau tempat pendidikan lain. Anak akan cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua dan orang di sekelilingnya berdasarkan apa yang dia lihat.  Itulah mengapa keluarga khususnya orang tua harus benar-benar  memperhatikan dan mengajarkan hal-hal yang positif kepada diri anak sejak dini.

Ini sangat penting sekali, pendidikan dalam keluarga kita tentu saja sangat membentuk siapa diri kita sekarang. Seorang anak tentu berinteraksi terlebih dahulu dengan keluarganya sebelum dengan orang lain, baik itu tetangga atupun lingkungan pendidikan yang kelak akan dia tempuh. Maka disini pendidikan anak jelas mendapatkan porsi yang sangat penting dalam pembentukan pola pikir maupun cara bersikap anak dalam memandang suatu permasalahan.

Misalnya saja seorang yang pesimis, boleh jadi dia mendapatkan sifat yang pesimis tersebut karena efek bentukan dari lingkungannya, mungkin sejak dari kecil oleh keluarganya sering diucapkan kata-kata yang pesimis. Jika seorang memiliki sifat pemarah, boleh jadi dia belajar sifat itu dari orang tuanya, boleh jadi dia mendapatkan sifat itu dari ayahnya yang pemarah dan suka bertengkar dengan ibunya. 

Apa yang dilihat oleh anak kemudian memberikan warna dalam karakter  kepribadian mereka. Jika seorang anak mempunyai cita-cita dan semangat yang tinggi, boleh jadi itu adalah buah dari pola asuh dari keluarganya yang sangat mendorong anak-anak agar berani bercita-cita tinggi. Demikianlah seterusnya. Pada detik ini, tentu kita bisa mengevaluasi diri, sambil mengingat-ingat, seperti apa orang tua telah mendidik kita. 

Sewaktu kita masih anak-anak dulu, kita tidak sadar apa yang terjadi pada diri kita dan kita tidak bisa menolak apa yang diberikan orang tua kepada kita. Sesungguhnya saat itu kita cenderung pasif dan hanya menerima saja. Setelah kita besar, barulah kita merenungkan beberapa perbedaan dalam diri kita dengan orang lain. Percayalah, bahwa faktor pembentuk perilaku kita pertama kali adalah di keluarga.

Bagaimana kita dibentuk di keluarga pertama kalinya. Ternyata apa yang kita jalani, adalah tahap pembentukan tingkah laku kita, bagaimana cara kita bermasyarakat itu sudah terbentuk sedari kecil. Indikasinya adalah sebagai berikut.
  • Usia 2-3 bulan, anak akan perhatian kepada orang. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan tangisanya apabila ditinggal sendirian.
  • Usia 4 bulan, anak akan tersenyum terhadap siapa saja yang mengajak bicara.
  • Usia 6-7 bulan, anak bisa membedakan antara suara orang yang memarahi dan suara orang yang mengajaknya bermain.
  • Usia 8-9 bulan, anak sudah bisa mulai meniru hal-hal yang sederhana dari orang lain.
  • Usia 11-12 bulan , anak akan menahan diri dari kegiatanya apabila dilarang oleh orang yang dewasa.
  • Usia 18-20 bulan, anak akan memunculkan sikap melawan.
  • Usia 20-24 bulan, anak akan beralih perhatianya dari peralatan bermainya kepada teman-temanya. Nah, dari sini naluri sosialisasinya semakin berkembang.

Semua orang tua harus benar-benar memberikan contoh, petunjuk serta lingkungan yang baik kepada anak-anaknya. Karena jika sejak dini kita salah memberikan pendidikan yang salah, ini akan berakibat tidak baik terhadap perkembangan sifat anak nantinya. 

Dari apa yang caraida uraikan kali ini paling tidak sahabat pembaca khususnya para orang tua dapat lebih memahami tentang apa yang musti dilakukan oleh orang tua anggota keluarganya dalam membentuk karakter anak-anaknya. Ingat pohon tumbuh subur itu bukan ditentukan dari bibit yang terbaik, namun ditentukan karena faktor iklim lingkungannya, dimana dia ditanam, seperti apa kualitas tanahnya, serta bagaimana cara perawatannya.