Mengenal Jenis, Manfaat Jahe Merah Serta Kandungannya

Tanaman jahe tentu sudah tidak asing lagi bagi pembaca caraida.com, sebab di Indonesia ini memenag terdapat beberapa jenis jahe dan untuk menemukannya pun mudah sekali. Selain digunakan untuk bumbu dapur sebagai penyedap rasa, jahe merupakan jenis tanaman obat yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Jahe dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang ada pada tubuh manusia.

Jenis-Jenis Jahe

Manfaat dan khasiat jahe

Jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama “Zingiber” berasal dari bahasa Sansekerta “Singabera” dan Yunani “Zingiberi” yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin dari “Officina” yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan.

Famili Zingiberaceae terdapat disepanjang daerah tropis dan sub tropis terdiri atas 47 genus dan 1.400 species. Genus Zingiber meliputi 80 species yang salah satu diantaranya adalah jahe yang merupakan species paling penting dan paling banyak manfaatnya. Setidaknya ada tiga jenis-jenis jahe yang dapat kita temukan, yaitu:

1. Jahe Putih / Jahe Gajah

Bentuk jenis jahe gajah atau jahe putih

Varietas jahe ini banyak ditanam di sekitar masyarakat dan dikenal dengan nama “Zingiber officinale var officinarum”. Ukuran rimpangnya lebih besar dan gemuk jika dibandingkan jenis jahe lainnya. Jika diiris rimpang berwarna putih kekuningan. Berat rimpang berkisar 0,18 – 1,04 kg dengan panjang 15,83 – 32,75 cm, ukuran tinggi 6,02 – 12,24 cm. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.


2. Jahe Kuning Kecil/Jahe Emprit

jenis jahe kuning atau jahe emprit

Jahe ini dikenal dengan nama Latin “Zingiber officinale var amarum” memiliki rimpang dengan bobot berkisar antara 0,5 - 0,7 kg/rumpun. Struktur rimpang kecil-kecil dan berlapis. Daging rimpang berwarna putih kekuningan. Tinggi rimpangnya dapat mencapai 11 cm dengan panjang antara 6 - 30 cm dan diameter antara 3,27 - 4,05 cm. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua.

3. Jahe Merah atau Jahe Sunti

Manfaat jahe merah atau jahe sunti

Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai China. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. 

Penyebaran tanaman jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) kini sampai di wilayah tropis dan subtropis, contohnya Indonesia. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) disebut juga jahe sunti. Selain itu, banyak nama lain dari jahe dari berbagai daerah di Indonesia antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dan sebagainya.

Jahe merah/jahe sunti (Zingiber officinale var rubrum) memiliki rimpang dengan bobot antara 0,5 - 0,7 kg/rumpun. Struktur rimpang jahe merah, kecil berlapis-lapis dan daging rimpangnya berwarna kuning kemerahan, ukuran lebih kecil dari jahe kecil. Memiliki serat yang kasar. Rasanya pedas dan aromanya sangat tajam. Diameter rimpang 4,2 -4,3 cm dan tingginya antara 5,2 - 10,40 cm. Panjang rimpang dapat mencapai 12,39 cm. sama seperti jahe kecil, jahe merah juga selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Kandungan Kimia Jahe

Jahe memiliki beberapa kandungan kimia yang berbeda. Senyawa kimia rimpang jahe menentukan aroma dan tingkat kepedasan jahe. Menurut Rismunandar, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi komposisi kimia rimpang jahe adalah antara lain: jenis jahe, tanah sewaktu jahe ditanam, umur rimpang saat dipanen, pengolahan rimpang jahe. 

Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80,9%, protein 2,3%, lemak 0,9%, mineral 1-2%, serat 2-4%, dan karbohidrat 12,3% (Rahingtyas, 2008).

Menurut Denyer, secara umum jahe mengandung pati, minyak atsiri, serat, sejumlah kecil protein, vitamin, mineral, dan enzim proteolitik yang disebut zingibain. Menurut penelitian Hernani dan Hayani (2001), jahe merah mempunyai kandungan pati (52,9%), minyak atsiri (3,9%) dan ekstrak yang larut dalam alkohol (9,93%) lebih tinggi dibandingkan jahe emprit (41,48; 3,5 dan 7,29%) dan
jahe gajah (44,25; 2,5 dan 5,81%).

Rimpang jahe juga mengandung senyawa fenolik. Beberapa komponen bioaktif dalam ekstrak jahe antara lain (6)-gingerol, (6)-shogaol, diarilheptanoid dan curcumin. Jahe juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Bahkan, para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia.

Gambar tabel kandungan kimia jahe

Jahe mengandung komponen minyak menguap (volatile oil), minyak tak menguap (non volatile oil) dan pati. Minyak menguap biasa disebut minyak atsiri. Minyak atsiri umumnya berwarna kuning, sedikit kental, dan merupakan senyawa yang memberikan aroma yang khas pada jahe (Soepardie, 2001 dalam Yuwono, 2015). Sedangkan minyak tak menguap disebut oleoresin merupakan komponen pemberi rasa pedas dan pahit.

Kandungan minyak atsiri dan oleoresin pada rimpang jahe merah cukup tinggi sehingga jahe merah memiliki peranan penting dalam dunia pengobatan, baik pengobatan tradisional maupun untuk skala industri dengan memanfaatkan kemajuan tekhnologi (Evans, 2002 dalam Hernani & Winarti, 2013). Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Senyawa lain yang turut menyebabkan rasa pedas pada jahe adalah golongan fenilalkil keton atau yang biasa disebut gingerol dan [6]-gingerol. Keduanya merupakan komponen yang paling aktif dalam jahe.

Manfaat Jahe Merah Untuk Kesehatan

Jehe merah memiliki banyak khasiat yang tersimpan di dalamnya. Jahe merah dikenal memiliki kandungan minyak atsiri sangat tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa. Itulah mengapa jahe merah banyak digunakan sebagai bahan dasar obat tradisional.

Jahe merah merupakan jenis jahe yang kulitnya berwarna merah dan ukuran lebih kecil dibanding jenis jahe lainya. daging jahe merah memiliki banyak serat dan berwarna kecokelatan. Bagian yang banyak digunakan dan memiliki khasiat tinggi dari jahe merah ini yaitu bagian rimpangnya. Karena kandungan senyawa alami yang dimiliki jahe merah cukup banyak dan cukup tinggi, oleh karenanya jahe merah memiliki segudang manfaat yang luar biasa yang sangat baik digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit.

•    Menghangatkan badan
•    Menambah vit lits pria
•    Mengobati masuk angin
•    Meningkatkan nafsu makan
•    Menambah girh sksulits
•    Melancarkan sirkulasi darah
•    Meningkatkan system kekabalan tubuh
•    Anti radang
•    Obat gosok untuk penyakit encok
•    Mengobati sakit kepala
•    Peluruh keringat
•    Mengatasi radang tenggorokan (bronchitis)
•    Obat asma
•    Mengobati lemh syhwt
•    Mengobati nyeri lambung
•    Penambah stamina
•    Melncarkan air susu Ibu
•    Untuk meredakan nyeri dan pegal linu
•    Mengatasi ejakulasi dini
•    Perngsng aktifitas dari saraf pusat
•    Merngsang kemampuan bereksi
•    Penguat fungsi hati
•    Memperkuat sistem imunitas tubuh/kekebalan tubuh
•    Meningkatkan produksi getah bening secara normal
•    Mencegah kemandulan
•    Memperkuat daya tahan sperma
•    Merangsang perbaikan dan perkembangan syaraf-syaraf tubuh
•    Penghangat tubuh
•    Meregenerasi sel-sel kulit tubuh
•    Mencegah proses penuaan dini
•    Anestetik
•    Mencegah dan mengobati masuk angin
•    Obat pencahar atau obat untuk mengatasi sembelit atau BAB
•    Antirematik
•    Untuk meredakan nyeri otot, alergi, nyeri haid, nyeri lambung
•    Mengobati pusing dan amandel

Khasiat jahe sudah dikenal turun temurun di antaranya sebagai pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. Jahe juga sering digunakan sebagai obat untuk meredakan gangguan saluran pencernaan, rematik, obat antimual, mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memanas.

Berdasarkan sejumlah penelitian, jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. 

Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004).

Ekstrak jahe merah jika diminum dalam dosis rendah 0,2 – 2 mg/kg menunjukkan efek analgesik dan anti-inflamasi sangat efektif, karena adanya sinergisitas senyawa dalam ekstrak jahe merah. Bahkan ketika diberikan kepada 8 volunter ternyata sangat efektif dalam mencegah mabuk laut termasuk di dalamnya vertigo yang berhubungan dengan mabuk laut (Grontved dkk, dalam Hernani & Winarti, 2013).

Menurut Megawati (2007), Dr.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe, mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. Dikemukakan, jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. Jahe, dalam beberapa penelitian, dapat mengatasi mual, muntah, bahkan hiperemesis gravidarum.

Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan (Rahingtyas, 2008).

Ekstrak Jahe merah mengandung 3 - 7 % golongan senyawa fenol seperti flovanoid dan alkaloid. Flovanoid bekerja sama seperti alopurinol sebagai penghambat enzim xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat akan terhambat (Hayati, 2004 dalam Hernani dan Winarti, 2013). Alkaloid dalam ekstrak jahe merah mampu menghambat sintesis dan pelepasan leukotrin sehingga mengurangi rasa nyeri.

Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting dalam membantu tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan. Pertama, lipase yang berfungsi memecah lemak dan kedua adalah protease yang berfungsi memecah  protein. Jahe juga sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Senyawa kimia pada jahe di antaranya adalah minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa : seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zinger-on, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, zingiberal, felandren. Disamping itu terdapat juga shogaol, gingerol, pati, damar, asam-asam organik seperti asam malat dan asam oksalat, vitamin : A, B dan C, senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol (Setiawan, 2015: 26).

Senyawa zingerone, yang memberikan karakter sangat tajam dari rimpang jahe, sangat efektif terhadap Escheria coli penyebab diare, terutama pada anak- anak karena jahe merah memiliki kandungan gingerone dan gingerol yang tinggi yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli dan Bacillus Subtilis.

Tabel efek farmakologis dari jahe

Sedangkan secara umum manfaat-manfaat jahe menurut Setiawan (2015) adalah sebagai berikut :

  1. Peluruh dahak atau obat batuk, peluruh keringat, peluruh haid, pencegah mual, dan penambah nafsu makan.
  2. Antiseptik, circulatory stimulant, diaphoretic, peripheral vasolidator.
  3. Menghangatkan badan.
  4. Minyak atsirinya mempunyai efek antiseptik, antioksidan dan mempunyai aktivitas terhadap bakteri dan jamur.
  5. Secara tradisional digunakan untuk obat sakit kepala, gangguan saluran pencernaan, stimulansia, diuretik, rematik, menghilangkan rasa sakit, mabuk perjalanan, dan sebagai obat luar untuk mengobati gatal-gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak, serta memar.
  6. Jahe mengandung bahan antioksidan di antaranya senyawa flavonoid dan polifenol, asam oksalat dan vitamin C. Antioksidan ini dapat mebantu menetralkan efek merusak yang diakibatkan oleh radikal bebas dalam tubuh.
  7. Melindungi system pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung dan menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan, hal ini karena jahe mengandung senyawa aseton dan methanol.

Itulah uraian tentang jenis dan manfaat jehe yang dapat caraida.com share kali ini, semoga penjelasan tersebut dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan untuk teman-teman pembaca.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel